Posts

taman sari

Taman Sari : Sejarah dan Mitos di Balik Pesonanya yang Indah

Taman Sari merupakan tempat wisata yang memiliki bangunan bersejarah dan instagramable yang cocok dijadikan tempat berfotoria bagi para lokal maupun mancanegara. Lokasinya tidak jauh dari Titik Nol Yogyakarta. Bangunan peninggalan bersejarah ini menjadi kebanggaan Keraton Yogyakarta. Uniknya dari bangunan tersebut adalah nuansa kunonya yang kental dengan dilengkapi kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air hingga lorong bawah tanah. Dibalik sejarah yang unik dan pesonanya yang luar biasa, ternyata menyimpan mitos yang beredar luas di masyarakat Indonesia. Simak dengan seksama untuk menjawab rasa penasaran kamu ya!

Sejarah Taman Sari

Taman sari yang berarti Taman yang Subur dibangun pada Masa Kejayaan Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758 M. Ditandai dengan adanya Candra Sengkala “Catur Naga Rasa Tunggal”. Arti Sengkala adalah empat naga satu rasa yang dapat ditemukan pada gapura panggung. Selain itu ditemukan pula kompleks bangunan yang diselesaikan tahun 1765 M dengan ditandai “Candra Sengkala Lajering Sekar Sinesep Paksi” pada Gapura Agung dan ornamen dinding bangunan yang berarti kuntum bunga dihisap burung.

Luas Taman Sari sekitar 10 hektar dengan 57 bangunan yang terdapat didalamnya. Didirikan diatas sebuah mata air atau umbul yang lebih familiar dengan nama Umbul Pacethokan. Bangunannya didesain oleh seorang arsitek portugis yang bernama Demang Tegis. Sementara Pimpinan Proyek dikepalai oleh Tumenggung Mangundipuro. Hebatnya, sampai detik ini bangunan Taman Sari masih berdiri kokoh, hanya saja mengalami renovasi saat terjadi gempa Yogya 27 Mei 2006.

Filosofi Taman Sari

taman sari
Sumber: jbbudaya.jogjabelajar.org

Sejatinya, Taman Sari merupakan sebuah tempat Pesanggrahan yang digunakan untuk pertahanan (secara fisik). Namun secara filosofi, Pesanggrahan mengandung dua nilai yaitu proses pencarian perihal kesenangan duniawi yang disimbolkan taman dan kolam indah. Sumur Gemuling sebagai bangunan utama disertai Mihrab atau tempat imam difungsikan sebagai tempat untuk imam sholat. Makna dari Sumur Gemuling tentang kesenangan duniawai yang akan menjadi ujian seorang hamba antara kesenangan duniawai atau aturan-aturan Sang Ilahi.

Berdasarkan beberapa sumber, arsitektur megah dan memesona kompleks Taman Sari adalah perpaduan beragam budaya yang ada karena Sultan Hamengku Buwono I seorang pecinta karya seni. Konon Taman Sari juga disebut sebagai istana air untuk pemandian permaisuri dan putri raja.

Mitos Taman Karya

Mitos yang beredar di kalangan masyarakat yaitu lorong yang terdapat pada Taman Sari yang dikisahkan dapat tembus hingga Pantai Selatan. Disana terdapat dua lorong bawah tanah, yang pertama Lorong Urung-Urung Timur dengan panjang 45 meter serta menghubungkan Pulo Panembang dan Pulo Kenaga. Yang kedua Urung-Urung Sumur Gumuling dengan panjang 39 meter disertai Mata Air Sumur Gumuling dikelilingi lima anak tangga. Menakjubkannya di atas mata air tersebut terdapat Masjid Bawah Tanah.

Mitos lain yang beredar bahwa Sumur Gumuling merupakan tempat pertemuan Ratu Pantai Selatan dengan Sultan Yogyakarta. Pengawas Taman Sari juga mengatakan bahwa Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton satu sumbu lurus imajiner serta terhubung dengan Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis dengan harapan ketiganya dapat saling bersinergi.

Lokasi Taman Sari

taman sari 2
Sumber: jbbudaya.jogjabelajar.org

Taman Sari berada di Kelurahan Patehan, Kecamatan Keraton. Lokasinya strategis karena berada di kawasan Obyek Wisata Taman Sari dan Kawasan Kraton Kesultanan Yogyakarta yang dimaksudkan dapat menopang kedua kawasan tersebut.

Tiket Masuk

Harga Tiket masuk ke Taman Sari Tahun 2022 sebesar Rp5.000,00 per orang khusus wisatawan lokal. Sementara untuk wisatawan asing dibanderol dengan harga Rp15.000,00.

Khusus bagi anda yang membawa kamera DSLR dan sejenisnya akan dikenakan tarif Rp3.000,00. Sedangkan jasa pemandu wisata pada umunya diberikan tips mulai dari Rp25.000,00. Lalu bagaimana dengan tarif parkirnya? Untuk kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp2.000,00, Sedangkan kendaraan roda empat Rp5.000,00 saja.

Nah, murmer banget kan? Buruan kunjungi Wisata Taman Sari sekarang juga. Dijamin mempesona dan cocok banget sebagai destinasi wisata bersama keluarga, sahabat atau orang tersayang. Jam operasionalnya mulai dari Pukul 09.00 – 15.00 WIB. Selamat berlibur ya sedulur!

Jika Anda sedang mencari hotel yang nyaman dengan harga terjangkau di sekitar Malioboro, yuk segera booking Liberta Hotel Jogja sekarang juga. Terletak strategis di Malioboro, Liberta menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dan mengesankan bagi liburan Anda.